Salam Bahagia.......
Modul 1.4 pada pembelajaran kali ini membahas tentang budaya positif. sebelum memulai modul tersebut ada lokakarya 2 yang diadakan oleh panitia CGP Barito Selatan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan. Sayangnya saya tidak bisa mengikuti Lokakarya tersebut sebab saya sedang menjalani Pendidikan Profesi Guru yang diadakan oleh Kemenag, perasaan saya tidak mengikuti Lokakarya tersebut agak sedikit sedih, sebab saya akan ketinggalan pengetahuan dibanding dengan rekan CGP lainnya yang mampu meluangkan waktunya untuk mengikuti Lokakarya tersebut. disamping itu saya juga khawatir dengan tugas nantinya yang diberikan, karena saya tidak mengikuti maka saya juga tidak memahami dengan pembelajaran yang ada saat Lokakarya tersebut.
Yang saya lakukan untuk mengatasi sedikit kendala tersebut adalah menghubungi Pengajar Praktik (PP) yang membimbing saya yaitu Ibu Yohana Lestari via WhatsApp, meminta keterangan dari beliau apa saja yang dipelajari saat Lokakarya dan meminta materi agar saya mempelajari sendiri, sehingga tidak terlalu jauh ketinggalan pengetahuan dibanding rekan yang lain, meskipun tidak maksimal, palig tidak saya mengetahui materi yang dipelajari teman-teman saat Lokakarya.
Pembelajaran pada Lokakarya 2 tersebut membahas tentang Komunitas Praktisi, setelah saya telaah materi tersebut, begitu banyak manfaat seandainya saya bisa mengikutinya, tapi apa hendak dikata PPG yang saya ikuti benar-benar full time yang membuat saya sangat sibuk dan sangat sulit membagi waktu, sedangkan di masyarakat khususnya di wilayah desa terpencil, orang yang berpendidikan sangat sedikit, sehingga kehadirannya di masyarakat sangat dibutuhkan oleh lingkungan, seperti kematian, hajatan, resepsi perkawinan maupun ada yang sakit keras, kehadiran kita sangat diharapkan di masyarakat. orang yang memiliki pendidikan di pedesaan yang terpencil bagaikan perak atau perunggu di hamparan pasir yang sangat luas, dia akan terlihat jelas karena perbedaan yang melekat padanya, akan tetapi seandainya perak atau perunggu tersebut di bawa ke kota, maka ia tidak akan dilirik oleh orang, sebab di kota sangat banyak emas bahkan mutiara, jadi tidak ada artinya perak atau perunggu tersebut. berbaur di masyarakat dengan mengerjakan tugas-tugas tuntutan LMS pada PPG sangat sulit membagi waktu, apalagi harus berangkat ke kabupaten / Kota untuk mengikuti Lokakarya, tidak mungkin waktunya bisa dibagi-bagi, maka dari itu saya tidak bisa mengikuti Lokakarya 2 tersebut, mudah-mudahan selesai PPG nanti saya bisa fokus mengikuti pendidikan Guru Penggerak ini, sebab program CGP ini lumayan lama, yaitu selama 9 bulan, sedangkan PPG hanya 3 bulan saja, akan tetapi full time, sebab materi yang seharusnya 6 bulan, dimepetkan menjadi 3 bulan, luar biasa padatnya.
Syukur alhamdulillaah...., dengan usaha saya selalu berkolaborasi via WA grup dengan rekan CGP lain dalam satu Kabupaten dan selalu melakukan koordinasi dengan pembimbing PP, segala kendala dapat teratasi dengan baik, meskipun saya terlambat mengerjakan tugas pada LMS CGP, akan tetapi masih bisa saya kerjakan dengan sedikit demi sedikit tiap harinya, seperti halnya dalam membuat Jurnal ini, seharusnya sudah hari Sabtu kemaren terupload, sekarang sudah hari Senin malam, karena dikerjakan sedikit demi sedikit akhirnya terlambat juga, semoga saja panitia masih memberikan kelonggaran bagi saya dan masih menerima tugas saya yang terlambat ini. dengan jadwal yang begitu padat, pagi, siang, dan malam hari saya selalu duduk di depan Laptop untuk bolak-balik mengerjakan LMS, terkadang ke LMS CGP sebentar, nanti ke LMS PPG lagi.
Saat pendalaman materi di PPG, dengan jadwal jam 06.00 - 13.00 membuat resume 2 modul dan mengupload di LMS, Tes formatif, diskusi, dan sebagainya, sehingga saat saya mengikuti seleksi PPPK, saya mulai mengerjakan resume pendalaman materi dari jam 02.00 pagi, agar bisa selesai pekerjaan tersebut pada jam 10.00 siang, sebab saya berada dipedalaman, harus naik kelotok ke Kabupaten untuk mengikuti seleksi PPPK menempuh waktu 2 jam, malangnya saat menjawab soal PPPK justru saya sangat mengantuk sekali, hal itu membuat saya tidak fokus menjawab soal, akhirnya pengumuman Jum'at 8 Oktober 2021 kemaren saya dinyatakan tidak lolos dalam seleksi tersebut, saya tetap berharap semoga saja di tahap 2 nanti bisa lolos mengikuti seleksi PPPK tersebut.
Hal yang paling konkrit yang dapat diambil sebagai pembelajaran dalam situasi yang saya alami sekarang ini adalah tentang pentingnya waktu, yang sudah lewat tidak bisa dikembalikan lagi, jika dia tiba tidak akan bisa ditolak dengan apapun, sungguh susah sekali bagi saya membagi waktu tersebut agar semua bisa berjalan baik dan sesuai dengan harapan, terkadang waktu kita atur sudah tepat, tetapi kondisi jiwa dan raga kita yang tidak mampu tertutupi seperti halnya saya menjawab soal seleksi PPPK kemaren, waktunya bisa di atur akan tetapi mata saya tidak bisa di ajak kompromi.
Pesan saya kepada para pembaca yaitu bijaklah dalam membagi waktu, jangan sampai diri anda dimakan oleh waktu. demikian Jurnal minggu ke 8 ini saya buat, semoga bisa membawa manfaat bagi orang lain yang membacanya, wabil khusus untuk diri saya sendiri.








