Kembali lagi pada refleksi jurnal mingguan yang rutin kami buat, pada kali ini masih berkisar tentang modul 1.3, yaitu tentang Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai
pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi
positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang
memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti
positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dengan demikian, dalam
implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang
telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak
pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.
Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan
mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana
hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan
perubahan ke arah lebih baik. Nantinya, kelemahan, kekurangan, dan ketiadaan
menjadi tidak relevan. Berpijak dari hal positif yang telah ada, sekolah
kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap
warga sekolah.
Dalam modul 1.3 ini, kami mempelajari IA lebih
dalam sebagai salah satu model manajemen perubahan di sekolah dan mencoba
menerapkannya melalui tahapan dalam IA yang di dalam bahasa Indonesia disebut
dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana,
Atur Eksekusi)
Inilah langkah-langkah yang perlu diikuti
dalam menerapkan perubahan sesuai dengan visi yang telah diimpikan
berdasarkan tahapan BAGJA. Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap
ini, merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait
perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan. Tahap kedua, Ambil
Pelajaran. Pada tahapan ini, mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang
telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal
positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, dapat
menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi
di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap
ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, dapat merumuskan rencana
tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan
visi. Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, memutuskan
langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana
strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.
Tahapan tersebut saya buat dalam sebuah vidio yang bisa dilihat di bawah ini :
Untuk memperdalam masalah Inkuiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA, kami diperdalam lagi pada Ruang Kolaborasi selama 2 hari bimbingan, Peristiwa yang terjadi pada ruang kolaborasi sesama rekan CGP dan Fasilitator adalah membuat peta kekuatan secara berkelompok kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok di hari pertama, kemudian di hari yang kedua memberikan masukan terhadap pemetaan kekuatan yang ditampilkan oleh fasilitator kepunyaan teman CGP yang lain dengan pedoman memberikan umpan balik dengan masukan positif-negatif, kemudian positif.
Perasaan yang muncul saat proses pembelajaran yaitu merasa senang ketika bisa bergabung dengan guru-guru yang luar biasa untuk saling berkolaborasi serta berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang aset yang dimiliki, sehingga bisa dijadikan kekuatan, dan perannya apa, serta manfaatnya, kesemuanya itu dinamakan pemetaan kekuatan. sebelumnya saya tidak tau tanpa saya bergabung dalam CGP, seandainya saya tidak dapat bergabung bersama mereka, maka saya akan selamanya tidak akan mengetahui bagaimana cara mengembangkan aset yang disebut dengan pemetaan kekuatan.
Pembelajaran yang diperoleh melalui Peta Kekuatan adalah saya jadi tahu kekuatan yang ada pada diri saya, pada murid, sekolah, dan pihak-pihak terkait guna perubahan dalam pendidikan, terutama di sekolah tempat saya bekerja, selain itu dengan adanya ditampilkan oleh Ibu Any (Fasilitator) pemetaan kekuatan teman-teman yang lain, dapat melihat pemetaan kekuatan punya teman tersebut dijadikan sebagai contoh yang bisa kita adobsi untuk sekolah kita jika kondisi sekolah memungkinkan, umpan balik yang diberikan oleh teman-teman CGP yang lain bisa membuat motivasi bagi saya untuk melakukan yang lebih baik, yang tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.
Jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif; Yang perlu saya pelajari lebih lanjut adalah mulai dari diri saya sendiri untuk selalu belajar dan memahami kekuatan aset yang dimiliki agar menjadi perubahan ke arah yang lebih baik dalam bidang pendidikan khususnya di sekolah tempat saya bekerja, jika sudah ditemukan maka perlu dikembangkan, jiaka ada masalah maka dilakukan perbaikan dengan penerapan BAGJA, sehingga maslah dapat teratasi. Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan adalah :
1. mulai dari diri
2. selalu berkolaborasi baik dengan sesama CGP, rekan sejawat, kepala sekolah, orang tua siswa, komite, pengawas sekolah bahkan dengan Dinas Pendidikan
3. melakukan perubahan ke arah yang lebih baik melalui penerapan BAGJA.
Demikian Jurnal Refleksi ini saya abadikan dalam blog saya ini sebagai kenang-kenangan masa mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 Kabupaten Barito Selatan.
Blog ini isinya tentang mata pelajaran PAI khususnya untuk siswa kami yang berada di SMP Negeri Satu Atap 1 Karau Kuala Desa Muara Arai dan siswa-siswa tingkat SMP lainnya pada umumnya
0 komentar:
Posting Komentar