Coaching adalah suatu komunikasi antara seseorang dengan orang yang lain, hubungan antara coach dengan coachee adalah kemitraan yang setara. Seorang coach menginspirasi coachee untuk memberikan jawaban-jawaban sendiri atas permasalahannya dan coachee menerapkannya dalam aksi nyata sehingga potensi coachee berkembang.
Kompetensi yang harus dimiliki seorang coach antaranya adalah :
1. Keterampilan membangun dasar proses coaching
2. Keterampilan membangun hubungan yang baik terhadap coachee
3. Keterampilan berkomunikasi yang baik
4. Keterampilan memfasilitasi pembelajaran
Ada kemiripan antara konselor, mentor, dan coach, akan tetapi berbeda dalam konteks pendidikan, perbedaanya adalah, konselor akan membantu menyelesaikan masalah konseli, mentor akan memberikan teknik atau cara berdasarkan pengalamannya terhadap mentee, sedangkan coach akan mendorong coachee menyelesaikan masalahnya sendiri.
Unsur utama yang mendasari prinsip coaching dalam komunikasi yang memberdayakan yaitu :
1. Hubungan yang saling mempercayai
2. Data yang digunakan adalah data yang valid
3. Bertujuan menuntun coachee agar mengoptimalkan potensinya
4. Memastikan rencana tindak lanjut coachee
Aspek komunikasi yang mendukung praktik coaching yaitu komunikasi asertif, bertanya efektif, pendengar aktif, dan umpan balik positif, adapun tips untuk seorang coach adalah menyamakan kata kunci, menyelaraskan emosi, dan menyamakan bahasa tubuh.
Jenis pertanyaan yang efektif untuk coaching adalah pertanyaan terbuka, pertanyaan fokus pada tujuan, pertanyaan reflektif, pertanyaan eksplorasi, pertanyaan yang mengukur pemahaman, dan pertanyaan aksi.
Hubungannya dengan pembelajaran berdeferensiasi adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan murid dengan memetakan minat murid, kesiapan belajar, dan profil belajar. kemudian hubungannya dengan pembelajaran sosial dan emosional adalah dengan menerapkan teknik stop atau berhenti sejenak dalam beraktivitas dengan melakukan menarik napas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, melakukannya berulang 3 sampai 4 kali, kemudian mengamati yang dilakukan sebentar, baru dilanjutkan kembali, sebab pembelajaran sosial dan emosional terdiri dari kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu menuntun tumbuh kembangnya kekuatan kodrat yang ada pada anak, sehingga dapat diperbaiki lakunya, maka karena itu peran coach adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar tercapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia atau anggota masyarakat. Dalam proses coaching, murid diberikan kebebasan, akan tetapi seorang pendidik adalah pamong dalam memberi tuntunan dan arahan agar murid tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.
Seorang pamong dapat memberikan tuntunan melalui pertanyaan-pertanyaan yang reflektif agar kekuatan kodrat yang ada pada murid muncul dari dalam dirinya. Dalam konteks pendidikan coaching menjadi salah satu proses menuntun kemerdekaan belajar murid di sekolah.
Dalam proses coaching seorang guru terhadap siswa, ia akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang reflektif agar murid dapat mengenali potensi dirinya sendiri. Dengan adanya praktik coaching ini sangat membantu saya ketika harus menuntun murid agar ia tidak kehilangan arah.







0 komentar:
Posting Komentar