Kamis, 31 Maret 2022

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 





Nama            :   Ahmad Jiadi, S.Pd.I

CGP              :   Angkatan 3 Kabupaten Barito Selatan

Unit Kerja     :   SMPN Satu Atap 1 Karau Kuala


Dalam perencanaan program sekolah yang berdamapak pada murid adalah sebuah rancangan yang dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan murid, program yang dibuat oleh sekolah berbasis aset atau kekuatan yang dimiliki oleh sekolah, bukan berbasis kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh sekolah, mengarah pada masa depan, agar murid mencapai kesuksesan, maka seorang guru sudah seharusnya agar mengidentifikasi kompetensi dan sumber daya yang ada, kemudian merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan aset/kekuatan yang dimiliki oleh sekolah, selanjutnya mengimplementasikan rencana tersebut ke dalam aksi nyata yang sudah di programkan oleh sekolah.

Hubungan materi modul 3.3 ini dengan materi-materi sebelumnya antaranya adalah :

  1. Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD). Tugas guru adalah menuntun murid untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini guru dan murid dalam menjalankan program-program sekolah yang berdampak pada murid agar sesuai dengan kodrat alam dan zamannya, agar potensi yang dimiliki murid akan berkembang maksimal dengan adanya program yang berdampak pada murid diimplementasikan.
  2. Nilai dan Peran Guru Penggerak. Dengan kompetensi yang dimiliki oleh guru penggerak, maka dapat melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid, dengan mengembangkan diri dan orang lain, baik sesama guru maupun terhadap murid. Pembuatan sebuah program yang berdampak pada murid merupakan salah satu perwujudan dari nilai dan peran guru penggerak dengan melibatkan semua warga sekolah.
  3. Visi Guru Penggerak. Pencapaian keinginan, murid, guru, dan sekolah disepakati dalam sebuah visi sekolah, dengan melakukan pendekatan inkuiri apresiatif. Dalam pembuatan rancangan program yang berdampak pada murid, kolaborasi antar guru dan kolaborasi guru dengan siswa dari mengidentifikasi aset yang dimiliki oleh sekolah hingga menjalankan program tersebut. Penyusunan program tersebut mengimplementasikan tahapan BAGJA dengan menerapkan pendekatan inkuiri apresiatif.
  4. Budaya Positif. Dalam pembuatan sebuah program sekolah akan fokus terhadap hal-hal yang positif yang ada dalam diri murid, sehingga mampu mendorong program yang akan dilaksanakan bisa berjalan dengan nyaman dan kondusif.
  5. Pembelajaran Berdiferensiasi. Dengan keunikan anak dalam keberagaman, pembelajaran berdiferensiasi merupakan solusi terbaik dalam memfasilitasi anak agar terwujudnya merdeka belajar dalam program baik intrakurikuler, atau kokurikuler, maupun pada ekstrakurikuler yang memiliki dampak pada murid.
  6. Pembelajaran Sosial dan Emosional. Pembelajaran ini sangat diperlukan dalam menjalankan sebuah program yang berdampak pada murid, agar semua warga sekolah mampu mengelola diri dengan baik dan memiliki kesadaran diri, serta memiliki kemampuan berempati sehingga tercapai keselamatan dan kebahagiaan.
  7. Coaching. Untuk menuntun jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh semua warga sekolah, baik dalam merencanakan atau merancang sebuah program maupun menjalankan sebuah program yang berdampak pada murid, sehingga dapat menemukan kekuatan kodrat, agar guru, murid, dan semua warga sekolah dapat meningkatkan potensi yang mereka miliki.
  8. Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Setiap program yang akan dijalankan oleh sekolah, sudah pasti akan menemukan sebuah masalah dalam memutuskan sesuatu, apalagi jika dihadapkan dalam situasi dilema etika, dengan adanya pembelajaran tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran ini, jika nantinya guru dihadapkan dalam sebuah masalah, ia akan mampu menyelesaikan masalah dengan tepat, yaitu dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian keputusan, maka masalah yang muncul dalam menjalankan program yang berdampak pada murid dapat terselesaikan dengan tepat.
  9. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Untuk menentukan sebuah program yang berdampak pada murid, beranjak dari identifikasi aset atau kekuatan yang telah dimiliki oleh sekolah terlebih dahulu, hal ini diperlukan kemampuan seorang guru dalam mengelola 7 sumber aset yang merupakan sumber kekuatan yang dimiliki oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tinginya.
  10. Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Dalam mewujudkan kepemimpinan murid, yaitu tentang murid bertindak secara aktif, dan membuat keputsan, serta pilihan yang bertanggung jawab sehingga terwujud merdeka belajar yang bermuara pada profil pelajar pancasila. Dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, yaitu saat murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri, sebenarnya mereka memiliki suara murid (voice), pilihan murid (choice), dan kepemilikan murid (ownership) dalam proses pembelajaran mereka, termasuk program yang dibuat oleh sekolah, yang memiliki dampak pada murid, baik pembelajaran intrakurikuler, atau kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Secara ringkas, sesuai dengan permintaan di LMS, dituangkan ke dalam PPT Koneksi Antar Materi pada modul ini sebagai berikut :

Lokasi: Muara Arai, Kec. Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar