Senin, 07 Maret 2022

Jurnal Refleksi Mingguan

Pembelajaran Modul 3.2 yaitu Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya ini telah membuka pemikiran saya, selama ini pola pikir saya telah keliru, yaitu berpikir tentang apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negative (kekurangan, masalah, atau hambatan). Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar. Pada pembelajaran di Modul ini dikenal dengan istilah Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking). Pemikiran yang keliru ini selalu kami pakai sebelum saya mengikuti pembelajaran di Calon Guru Penggerak ini.

Pemikiran yang tepat adalah menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Pendekatan ini dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri yang dikenal dengan istilah Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking).

Saya sangat bangga dan senang sekali telah diberikan kesempatan kepada saya mengikuti Program Pendidikan Calon Guru Penggerak ini, begitu banyak ilmu yang bermanfaat saya dapatkan dalam mengikuti pendidikan ini, telah mampu merubah pola piker saya dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mengembangkan sekolah, siswa, rekan kerja, dan yang paling utama adalah untuk diri saya pribadi.

Yang dapat saya petik dari modul 3.2 ini adalah untuk mengembangkan sekolah pada umumnya dan diri saya pribadi pada khususnya adlah dengan melakukan pemetaan aset-aset yang dimiliki, kemudian setelah diketahui, lihat apa yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, hal ini merupakan hal yang baru bagi saya, sebab sebelumnya saya berpikir dari masalah, kekurangan, atau hambatan yang menghalangi sebuah keberhasilan, setelah mempelajari modul ini, baru saya tahu bahwa selama ini pemikiran saya telah keliru, seharusnya berpikir berbasis aset yang tepat. Sebagai buah dari pembelajaran pada modul ini, kedepannya saya akan memetakan aset apa saja yang telah ada, yaitu dengan memetakan 7 kelompok aset, yaitu manusia, social, fisik, alam/lingkungan, finansial, politik, serta agama dan budaya. Dari hasil pemetaan tersebut dapat dilihat dengan jelas aset yang telah dimiliki oleh sekolah, tinggal memilih dan memilah aset mana yang bisa dimanfaatkan guna kemajuan dan perkembangan sekolah.
Lokasi: Muara Arai, Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar