Sabtu, 19 Maret 2022

Jurnal Refleksi Mingguan

 Modul 3.3  Pengelolaan Program Berdampak pada Murid

 


Begitu banyak hal-hal menarik pada pembelajaran modul 3.3 ini yang berjudul Pengelolaan Program Berdampak pada Murid, pada modul-modul sebelumnya di LMS, kami CGP diberikan gambaran-gambaran dan pengetahuan tentang visi guru penggerak, bagaimana filosofi pendidikan menurut KHD, apa saja nilai dan peran guru penggerak, pemahaman tentang budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran social dan emosional, bagaimana praktik coaching, pengambilan keputusan yang tepat, serta pengelolaan sumber daya, yang kesemuanya agar membawa perubahan dengan merujuk kepada kreatifitas dan inovasi sebagai pemimpin pembelajaran, pada modul ini kami CGP sudah di arahkan agar mampu mengidentifikasi aset-aset yang telah dimiliki oleh sekolah untuk dimaksimalkan sebagai pendukung program yang dibuat. Program yang dimaksud adalah sebuah program yang berdampak pada murid, salah satunya adalah program yang mampu memaksimalkan murid sebagai aset manusia yang utama dalam dunia pendidikan, yang mampu memberikan perubahan secara signifikan kepada murid, tidak hanya dirasakan oleh pemangku kebijakan dan guru saja.

Pembelajaran pada modul ini menitik beratkan agar memberikan kesempatan pada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik, guru hanya sebagai fasilitator dan motifator saja dengan memperhatikan suara murid, pilihan murid, dan kepemilikan murid.

Suara Murid (Voice)

mempertimbangkan suara murid adalah tentang bagaimana kita memberdayakan murid kita agar memiliki kekuatan untuk memengaruhi perubahan. Suara murid yang otentik memberikan kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dan membuat keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan bagaimana pembelajaran mereka dinilai. Mempromosikan suara murid dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dalam banyak cara.  Suara murid dapat ditumbuhkan melalui diskusi, membuka ruang ekspresi kreatif, memberi pendapat, merelevansikan pembelajaran secara pribadi, dan sebagainya.

Pilihan Murid (Choice)

Penelitian yang dilakukan oleh Aiken, Heinze, Meuter, & Chapman, (2016)  dan Thibodeaux et al. (2017) menyimpulkan bahwa jika kita menginginkan murid-murid kita mengambil peran tanggung jawab untuk pembelajaran mereka, maka kita harus memberikan murid  kesempatan untuk memilih apa dan bagaimana mereka akan belajar.  Memberikan pilihan pada murid dapat memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran, dan mengenalkan pada minat pribadi dalam pengalaman belajar (Aiken et al, 2016).   Selain itu, memberikan murid pilihan juga meningkatkan motivasi dan otonomi murid, yang dapat memberikan dampak positif pada efikasi diri dan motivasi murid (Bandura, 1997)

Kepemilikan Murid (Ownership)

Voltz DL, Damiano-Lantz M. dalam artikel penelitiannya yang berjudul Developing Ownership in Learning. Teaching Exceptional Children (1993;25(4):18-22) menjelaskan bahwa kepemilikan dalam belajar (ownership in learning) sebenarnya mengacu pada rasa keterhubungan, keterlibatan aktif, dan minat pribadi seseorang dalam proses belajar.  Jadi dengan kata lain, saat murid terhubung (baik secara fisik, kognitif, sosial emosional) dengan apa yang sedang dipelajari, terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses belajarnya, maka kita dapat mengatakan bahwa tingkat rasa kepemilikan mereka terhadap proses belajar tinggi.

Pada tanggal 18 Maret 2022 kami berjumpa dalam ruang kolaborasi sinkronus melalui link Google Meet yang telah tersemat di LMS

Kemudian kami akan mempresentasikannya hasil kerja kelompok pada tanggal 21 Maret 2022.

Demikian kegiatan singkat minggu ini, salam bahagia…

Lokasi: Muara Arai, Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar