Senin, 23 Agustus 2021
Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
>
Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1 saya pikir siswa itu adalah sebuah kertas putih yang masih kosong, mereka diberi asupan pelajaran dan pengetahuan sesuai dengan kurikulum yang berlaku sekarang ini, pembelajaran berpusat pada guru dengan menggunakan metode cerita, sehingga mereka dituntut agar mampu mencapai Kompetensi Daasar yang sudah ditentukan.
Yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini saya baru tahu bahwa anak sejak lahir sudah memiliki potensi dalam dirinya masing-masing. Guru hanya menuntun tumbuh hidupnya kodrat yang ada pada anak, ia hanya dapat memperbaiki lakunya, bukan dasarnya. sebagaimana filosofis Ki Hajar Dewantara tentang filosofis petani, beliau mengibaratkan guru sebagai petani, sedangkan murid diibaratkan sebagai biji tumbuhan yang disemai atau ditanam oleh petani. Jika Petani menanam padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, dengan menggemburkannya atau dengan cara memberikan pupuk dan air, membasmi ulat-ulat / jamur Yang mengganggu hidup tanaman padi, meskipun pertumbuhan tanaman padi dapat diperbaiki, tetapi ia tidak dapat mengganti kodratnya padi. Misalnya ia tidak dapat menjadikan padi yang ditanamnya itu tumbuh sebagai jagung, ia juga tidak dapat memelihara tanaman padi tersebut seperti cara memelihara tanaman kopi atau kedelai atau tanaman lainnya. Begitulah peran seorang guru terhadap siswanya. Kemudian perilaku saya setelah mempelajari modul ini saya akan merubah strategi pembelajaran yang semula berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada murid, pembelajaran didominasi oleh siswa selama kegiatan pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing dan pemimpin pembelajaran. Hal terpenting yang harus dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun karso) dan memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya anak.
Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD adalah menerapkan merdeka belajar dimana pembelajarannya berpusat pada siswa. dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar itu, yang bisa dilakukan adalah menunjukan dan membimbing mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya.







0 komentar:
Posting Komentar