Salam Bahagia.....
Peran dari guru penggerak yaitu bagaimana menjadi Pemimpin pembelajaran, Menggerakkan komunitas praktisi, Menjadi Coach bagi guru yang lain, Mendorong kolaborasi antara guru dan Mewujudkan Kepemimpinan pada murid. Jadi, langkah utama yang perlu diperhatikan sebelum seorang guru atau tenaga pendidik terjun langsung ke lapangan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila, hal yang harus betul-betul dipahaminya adalah tentang nilai-nilai dan peran dari seorang guru penggerak itu sendiri agar mampu mewujudkan agen-agen perubahan dalam dunia pendidikan sesuai dengan tuntutan di era revolusi industri ini.
Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara juga mengemukakan bahwa dalam proses menuntun, anak perlu diberikan kebebasan dalam belajar serta berpikir, dituntun oleh para pendidik agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Semangat agar anak bisa bebas belajar, berpikir, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan manusia ini yang akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, Merdeka Belajar.
Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).
Pada modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak, dalam hal ini visi merupakan angan-angan yang perlu diwujudkan dengan cara memulai dari diri sendiri, kemudia terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di sekitar untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama untuk mencapai impian yang di angan-angankan (visi).
Pemetaan Kekuatan merupakan aset yang dimiliki, sehingga bisa dijadikan kekuatan, dan perannya apa, serta manfaatnya, saya jadi tahu kekuatan yang ada pada diri saya, pada murid, sekolah, dan pihak-pihak terkait guna perubahan dalam pendidikan, terutama di sekolah tempat saya bekerja, hal ini bisa dilihat pada gambar di bawah ini :
Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. Salah satu model manajemen perubahan di sekolah diteerapkan melalui tahapan disebut dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi). Perubahan yang terjadi tidak instan, semua saya lakukan dengan cara bertahap untuk mewujudkan visi yang saya impikan, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah dengan prakarsa perubahan "Cara Meningkatkan Keberanian anak Untuk Bertanya" :
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL-VISI
GURU PENGGERAK
MENERAPKAN INKUIRI APRESIATIF
|
PRAKARSA PERUBAHAN |
BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN
KEBERANIAN ANAK UNTUK BERTANYA |
|
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar
tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan |
|
B-uat pertanyaan (Define) |
Mengapa
anak tidak berani bertanya? |
ü
Melakukan diskusi dengan rekan
sejawat. ü
Mencari informasi melalui
internet. |
|
A-mbil pelajaran (Discover) |
Hal positif apa yang didapatkan
apabila anak berani bertanya saat pembelajaran berlangsung? |
ü
Memberikan motivasi terhadap anak
tentang manfaat berani bertanya saat pembelajaran berlangsung ü
Memberikan kesempatan yang sama
terhadap semua anak untuk bertanya |
|
G-ali mimpi (Dream) |
Apa yang dilakukan guru untuk
meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya? |
ü
Meyakinkan kepada anak bahwa
berani bertanya saat pembelajaran berlangsung akan membuka pengetahuan yang
masih tertutup. ü
Memberikan stimulus-stimulus
kepada anak yang pasif ü
Memberikan pertanyaan secara lisan
kepada seluruh siswa dan memberikannya reward
kepada siswa yang tepat menjawabnya |
|
J-abarkan rencana (Design) |
Rencana apa yang dilakukan untuk
mencapai tumbuhnya sikap berani bertanya terhadap anak? |
ü
Membuat suasana belajar yang
menyenangkan ü
Selalu memberikan motivasi kepada
siswa agar aktif untuk bertanya saat pembelajaran berlangsung ü
Merencanakan pembelajaran yang
mendorong tumbuhnya sikap berani bertanya ü
Selalu memberikan penghargaan
kepada siswa yang aktif bertanya saat pembelajaran berlangsung |
|
A-tur eksekusi (Deliver) |
Siapa saja yang terlibat dalam hal
menumbuhkan keberaniaan anak dalam bertanya? |
ü
Semua guru berperan dalam
merencanakan, mengatur, dan melaksanakan untuk menumbuhkan sikap berani
bertanya saat pembelajaran berlangsung ü
Membiasakan budaya saling
menghormati dan menghargai ü
Kepala Sekolah mengarahkan guru
agar memberikan perhatian yang sama terhadap siswa yang kurang aktif bertanya
dalam kegiatan PBM ü
Mendorong semua murid untuk aktif
bertanya agar pelajaran yang mereka tidak paham menjadi bisa dimengerti |










0 komentar:
Posting Komentar