Jumat, 05 November 2021

Pembelajaran Berdiferensiasi Modul 2.1 Guru Penggerak Angkatan 3

    Pembelajaran Berdiferensiasi


    pembelajaran berdiferensiasi adalah proses untuk pengajaran dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing siswa.
    Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pada proses pembelajaran ini kita menekankan pada kebutuhan individu, karena kita tahu bahwa setiap anak itu unik, mereka punya ciri khas masing-masing. Setiap anak terlahir dengan kodrat alam dan zamannya, guru hanya bisa menuntun lakunya bukan kodratnya. Maka dari itu sebagai guru kita harus memperhatikan kebutuhan belajar setiap murid yang berbeda.
    Namun demikian, bukan berarti kita mengajar dengan berbagai cara yang berbeda dalam suatu waktu. Melainkan kita memetakan dulu kebutuhan belajar murid yaitu: kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid.
    Bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas? Sebelum menyusun rencana pembelajaran berdiferensiasi, guru hendaknya memetakan dan mengkategorikan dahulu murid berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajarnya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara observasi awal atau survey. Setelah memetakan kebutuhan murid, kita bisa membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi. Minimal kita melakukan diferensiasi dari salah satunya apakah dari segi proses, konten, atau produknya, dengan pembelajaran berdiferensiasi, di sinilah peran seorang guru dalam memodifikasi pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan belajar murid, kita sebagai guru sudah memperlakukan dan melayani murid dengan adil. Tidak ada lagi murid yang merasa tidak diperhatikan oleh guru. Minat dan bakat murid akan semakin berkembang dengan pembelajaran berdiferensiasi ini.

0 komentar:

Posting Komentar