Sabtu, 12 Februari 2022

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 




Panduan Pertanyaan/Guiding Questions:

  1. Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
  2. Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
  3. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
  4. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.
Jawaban :

  1. Saya selalu bercerita tentang pengetahuan yang saya dapat dari program guru penggerak ini kepada rekan kerja dan Kepala Sekolah, agar setiap tugas dan kegiatan dalam Guru Penggerak selalu didukung oleh rekan dan Kepala Sekolah, misalkan saat ada pendampingan individu oleh pengajar praktik, pembuatan keyakinan kelas diberi kartun oleh Kepala Sekolah, membuat spanduk tentang Profil Pelajar Pancasila, dan sebagainya akan difasilitasi oleh Kepala Sekolah, jika mereka tidak tahu, mungkin segala sesuatu tidak disiapkan oleh Kepala Sekolah dan rekan kerja saya, kemudian saat Lokakarya, saya diberikan ijin oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti hal tersebut serta diminta laporannya apasaja yang didapat dari Lokakarya tersebut. Pengetahuan yang saya peroleh dari program Guru Penggerak selalu saya ceritakan dengan rekan kerja saya, agar mereka tahu bagaimana pembelajaran saat ini, salah satunya adalah berpusat pada murid.
  2. Langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah dengan menerapkan 9 langkah-langkah pengujian keputusan terlebih dahulu, yaitu : 1) Mengenali nilai-nilai yang bertentangan. 2) Menentukan siapa yang terlibat. 3) Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan. 4) Pengujian benar atau salah (melalui uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan, dan bertentangan dengan hukum atau tidak). 5) Pengujian paradigma benar lawan benar. 6) Prinsip resolusi (berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, atau berpikir berbasis rasa peduli. 7) Investigasi opsi trilema. 8) Buat keputusan. 9) Lihat kembali keputusan dan merefleksikan.
  3. Saya akan memerapkan langkah-langkah tersebut mulai sekarang, karena masalah itu selalu ada dan bagaimana kita mengenali masalah tersebut, apakah ia termasuk pada dilema etika (benar lawan benar) ataukah termasuk bujukan moral (benar lawan salah), yang sulit diputuskan dan harus melalui 9 langkah pengujian keputusan adalah dilema etika.
  4. Yang menjadi pedamping saya dalam mengambil keputusan adalah semua rekan kerja termasuk Kepala Sekolah, sebab merekalah orang-orang terdekat dalam dunia kerja, kami sudah terbiasa jika menemukan suatu masalah selalu berdiskusi untuk menentukan jalan keluar, semua memberikan argumennya masing-masing, dampaknya nanti, sisi positif dan sisi negatifnya, dan lain sebagainya, sehingga keputusan yang diambil dapat meminimalisir sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Lokasi: Muara Arai, Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar