Sagusablog
Satu Guru Satu Blog merupakan workshop online melalui telegram yang diselenggarakan tanggal 7 sampai 13 Juli 2019.
Salah satu anggota IGI
Sagusablog diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia/IGI yang selama ini masih belum membuat blog guru/blog pendidikan.
Blog saya (Blog Guru PAI)
Workshop online SAGUSABLOG merupakan kepanjangan dari Satu Guru Satu Blog yang diselenggarakan oleh IGI.
Minggu, 14 November 2021
Sabtu, 13 November 2021
Rabu, 10 November 2021
Jumat, 05 November 2021
Pembelajaran Berdiferensiasi Modul 2.1 Guru Penggerak Angkatan 3
Pembelajaran Berdiferensiasi
pembelajaran berdiferensiasi adalah proses untuk pengajaran dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing siswa.
Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pada proses pembelajaran ini kita menekankan pada kebutuhan individu, karena kita tahu bahwa setiap anak itu unik, mereka punya ciri khas masing-masing. Setiap anak terlahir dengan kodrat alam dan zamannya, guru hanya bisa menuntun lakunya bukan kodratnya. Maka dari itu sebagai guru kita harus memperhatikan kebutuhan belajar setiap murid yang berbeda.
Namun demikian, bukan berarti kita mengajar dengan berbagai cara yang berbeda dalam suatu waktu. Melainkan kita memetakan dulu kebutuhan belajar murid yaitu: kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid.
Bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas? Sebelum menyusun rencana pembelajaran berdiferensiasi, guru hendaknya memetakan dan mengkategorikan dahulu murid berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajarnya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara observasi awal atau survey. Setelah memetakan kebutuhan murid, kita bisa membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi. Minimal kita melakukan diferensiasi dari salah satunya apakah dari segi proses, konten, atau produknya, dengan pembelajaran berdiferensiasi, di sinilah peran seorang guru dalam memodifikasi pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan belajar murid, kita sebagai guru sudah memperlakukan dan melayani murid dengan adil. Tidak ada lagi murid yang merasa tidak diperhatikan oleh guru. Minat dan bakat murid akan semakin berkembang dengan pembelajaran berdiferensiasi ini.
Senin, 01 November 2021
2.1.a.4.2. Unggah Tugas - Eksplorasi Konsep.
Video 1 STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Strategi Pembelajaran Berdeferensiasi berdasarkan 3 pemetaan kebutuhan belajar yaitu Kesiapan murid, minat murid, dan profil belajar murid. Diferensiasi itu sendiri bisa dilakukan dalam beberapa strategi yang digunakan dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, yaitu :
1. Diferensiasi konten ---- Materi
2. Diferensiasi proses ---- Bagaimana murid mendesain
3. Diferensiasi produk ---- Yang diharapkan dari murid
Video 2 LINGKUNGAN BELAJAR YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Untuk menciptakan iklim lingkungan belajar yang berdiferensiasi yaitu dengan membangun komunitas belajar yang semua anggotanya adalah pembelajar, disini guru-guru akan memimpin murid-muridnya untuk mengembangkan sikap-sikap dan praktik-praktik yang saling mendukung tumbuhnya lingkungan belajar seperti :
1. Setiap orang akan di hargai
2. Setiap orang di kelas akan saling menghargai
3. Murid akan merasa aman
4. Setiap murid tumbuh semaksimal mungkin
5. Setiap murid dapat merasakan Kesuksesan
6. menumbuhkan rasa tanggung jawab
Artikel
PERAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
1. Assessment for learning --- Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran
2. Assessment of learning --- Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai
3. Assessment as learning -- Penilaian sebagai proses belajar
Gagasan baru yang dapatkan dari video dan artikel yang dilihat yaitu : Kesiapan belajar, Minat siswa, dan Profil belajar murid
Yang akan sulit diimplementasikan adalah penerapan pembelajaran berdiferensiasi, sebab merancang RPP agak sulit menyesuaikannya dengan jam pelajaran yang sudah ditentukan oleh kurikulum
Pertanyaan : Bagaimana sintak dalam pembelajaran berdiferensiasi dan model pembelajaran yang cocok digunakan dengan menyesuaikan jenjang (SD, SMP, atau SLTA) sehingga tidak salah langkah dalam PBM








