Sagusablog

Satu Guru Satu Blog merupakan workshop online melalui telegram yang diselenggarakan tanggal 7 sampai 13 Juli 2019.

Salah satu anggota IGI

Sagusablog diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia/IGI yang selama ini masih belum membuat blog guru/blog pendidikan.

Blog saya (Blog Guru PAI)

Workshop online SAGUSABLOG merupakan kepanjangan dari Satu Guru Satu Blog yang diselenggarakan oleh IGI.

Rabu, 29 September 2021

1.3.a.10. Aksi Nyata - Visi Guru Penggerak

Salam Bahagia..... 

Peran dari guru penggerak yaitu bagaimana menjadi Pemimpin pembelajaran, Menggerakkan komunitas praktisi, Menjadi Coach bagi guru yang lain, Mendorong kolaborasi antara guru dan Mewujudkan Kepemimpinan pada murid. Jadi, langkah utama yang perlu diperhatikan sebelum seorang guru atau tenaga pendidik terjun langsung ke lapangan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila, hal yang harus betul-betul dipahaminya adalah tentang nilai-nilai dan peran dari seorang guru penggerak itu sendiri agar mampu mewujudkan agen-agen perubahan dalam dunia pendidikan sesuai dengan tuntutan di era revolusi industri ini.

  Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara juga mengemukakan bahwa dalam proses menuntun, anak perlu diberikan kebebasan dalam belajar serta berpikir, dituntun oleh para pendidik agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Semangat agar anak bisa bebas belajar, berpikir, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan manusia ini yang akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, Merdeka Belajar.

 Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).

   Pada modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak, dalam hal ini visi merupakan angan-angan yang perlu diwujudkan dengan cara memulai dari diri sendiri, kemudia terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di sekitar untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama untuk mencapai impian yang di angan-angankan (visi).

Pemetaan Kekuatan merupakan aset yang dimiliki, sehingga bisa dijadikan kekuatan, dan perannya apa, serta manfaatnya, saya jadi tahu kekuatan yang ada pada diri saya, pada murid, sekolah, dan pihak-pihak terkait guna perubahan dalam pendidikan, terutama di sekolah tempat saya bekerja, hal ini bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

 Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. Salah satu model manajemen perubahan di sekolah diteerapkan melalui tahapan disebut dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi). Perubahan yang terjadi tidak instan, semua saya lakukan dengan cara bertahap untuk mewujudkan visi yang saya impikan, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah dengan prakarsa perubahan "Cara Meningkatkan Keberanian anak Untuk Bertanya" :

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL-VISI GURU PENGGERAK

MENERAPKAN INKUIRI APRESIATIF

PRAKARSA

PERUBAHAN

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEBERANIAN ANAK UNTUK BERTANYA

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Mengapa anak tidak berani bertanya?

ü  Melakukan diskusi dengan rekan sejawat.

ü  Mencari informasi melalui internet.

A-mbil pelajaran (Discover)

Hal positif apa yang didapatkan apabila anak berani bertanya saat pembelajaran berlangsung?

ü  Memberikan motivasi terhadap anak tentang manfaat berani bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Memberikan kesempatan yang sama terhadap semua anak untuk bertanya

G-ali mimpi (Dream)

Apa yang dilakukan guru untuk meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya?

ü  Meyakinkan kepada anak bahwa berani bertanya saat pembelajaran berlangsung akan membuka pengetahuan yang masih tertutup.

ü  Memberikan stimulus-stimulus kepada anak yang pasif

ü  Memberikan pertanyaan secara lisan kepada seluruh siswa dan memberikannya reward kepada siswa yang tepat menjawabnya

J-abarkan rencana (Design)

Rencana apa yang dilakukan untuk mencapai tumbuhnya sikap berani bertanya terhadap anak?

ü  Membuat suasana belajar yang menyenangkan

ü  Selalu memberikan motivasi kepada siswa agar aktif untuk bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Merencanakan pembelajaran yang mendorong tumbuhnya sikap berani bertanya

ü  Selalu memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif bertanya saat pembelajaran berlangsung

A-tur eksekusi (Deliver)

Siapa saja yang terlibat dalam hal menumbuhkan keberaniaan anak dalam bertanya?

ü  Semua guru berperan dalam merencanakan, mengatur, dan melaksanakan untuk menumbuhkan sikap berani bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Membiasakan budaya saling menghormati dan menghargai

ü  Kepala Sekolah mengarahkan guru agar memberikan perhatian yang sama terhadap siswa yang kurang aktif bertanya dalam kegiatan PBM

ü  Mendorong semua murid untuk aktif bertanya agar pelajaran yang mereka tidak paham menjadi bisa dimengerti

   Dengan sering bertanya maka anak akan aktif dalam proses pembelajaran, hal ini saya lakukan untuk mencapai mimpi saya yang telah saya tuangkan pada visi di atas. Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik.

Demikian Aksi Nyata ini saya buat dan saya abadikan dalam blog saya ini sebagai kenag-kenagan untuk saya saat mengikuti pelathan 9 bulan sebagai Calon Guru Penggerak angkatan 3 Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.

1.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Visi Guru Penggerak

 



   Koneksi antar materi ini merupakan kegiatan rutin yang dubuat oleh Calon Guru Penggerak (CGP) setiap akhir modul dalam pembelajaran. Pada modul 1.3 ini membahas tentang Visi Guru Penggerak. Visi yang saya buat adalah "AKBAR" yaitu Aktif, Kreatif, Bersih, Antusias, dan Religius. Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah biasanya membutuhkan waktu dan bertahap. Oleh karena itu saya terus berlatih mengelola diri sendiri sambil berupaya menggerakkan orang lain, terutama sesama guru dan Kepala Sekolah beserta siswa untuk menjalani proses perubahan ini secara bersama-sama.

   Keputusan akan visi ini harus saya jalankan berdasarkan proses perencanaan Inkuiri Apresiatif menggunakan tahapan B-A-G-J-A., akan tetapi tidak secara instan, semua saya lakukan dengan cara bertahap untuk mewujudkan visi yang saya impikan, hal ini dapat dilihat pada demonstrasi kontekstual yang saya buat dengan prakarsa perubahan "Cara Meningkatkan Keberanian anak Untuk Bertanya" sebagaimana vidio di bawah ini :


atau juga bisa dilihat pada tabel berikut :

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL-VISI GURU PENGGERAK

MENERAPKAN INKUIRI APRESIATIF

 

PRAKARSA

PERUBAHAN

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEBERANIAN ANAK UNTUK BERTANYA

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Mengapa anak tidak berani bertanya?

ü  Melakukan diskusi dengan rekan sejawat.

ü  Mencari informasi melalui internet.

A-mbil pelajaran (Discover)

Hal positif apa yang didapatkan apabila anak berani bertanya saat pembelajaran berlangsung?

ü  Memberikan motivasi terhadap anak tentang manfaat berani bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Memberikan kesempatan yang sama terhadap semua anak untuk bertanya

G-ali mimpi (Dream)

Apa yang dilakukan guru untuk meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya?

ü  Meyakinkan kepada anak bahwa berani bertanya saat pembelajaran berlangsung akan membuka pengetahuan yang masih tertutup.

ü  Memberikan stimulus-stimulus kepada anak yang pasif

ü  Memberikan pertanyaan secara lisan kepada seluruh siswa dan memberikannya reward kepada siswa yang tepat menjawabnya

J-abarkan rencana (Design)

Rencana apa yang dilakukan untuk mencapai tumbuhnya sikap berani bertanya terhadap anak?

ü  Membuat suasana belajar yang menyenangkan

ü  Selalu memberikan motivasi kepada siswa agar aktif untuk bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Merencanakan pembelajaran yang mendorong tumbuhnya sikap berani bertanya

ü  Selalu memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif bertanya saat pembelajaran berlangsung

A-tur eksekusi (Deliver)

Siapa saja yang terlibat dalam hal menumbuhkan keberaniaan anak dalam bertanya?

ü  Semua guru berperan dalam merencanakan, mengatur, dan melaksanakan untuk menumbuhkan sikap berani bertanya saat pembelajaran berlangsung

ü  Membiasakan budaya saling menghormati dan menghargai

ü  Kepala Sekolah mengarahkan guru agar memberikan perhatian yang sama terhadap siswa yang kurang aktif bertanya dalam kegiatan PBM

ü  Mendorong semua murid untuk aktif bertanya agar pelajaran yang mereka tidak paham menjadi bisa dimengerti

   
   Dengan sering bertanya maka anak akan aktif dalam proses pembelajaran, hal ini saya lakukan untuk mencapai mimpi saya yang telah saya tuangkan pada visi di atas. Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik.

   Demikian pemahaman yang dapat saya ambil pada pembelajaran modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak ini. 

Salam Bahagia....



Sabtu, 25 September 2021

1.3.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 6

 


Tugas membuat jurnal pada minggu ke-6 ini pada LMS CGP tentang Pemetaan Kekuatan pada ruang kolaborasi yang dipandu oleh fasilitator kami Ibu Any Suhaeny.

Peristiwa yang terjadi pada ruang kolaborasi sesama rekan CGP dan Fasilitator adalah membuat peta kekuatan secara berkelompok kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok di hari pertama, kemudian di hari yang kedua memberikan masukan terhadap pemetaan kekuatan yang ditampilkan oleh fasilitator kepunyaan teman CGP yang lain dengan pedoman masukan beranjak dari kalimat positif-negatif-kemudian positif. hal ini yang diajarkan beliau apabila memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan orang lain jika ingin memberikan kritikan yang membangun guna perbaikannya di hari mendatang.

Perasaan yang muncul saat proses pembelajaran yaitu merasa senang ketika bisa bergabung dengan guru-guru yang luar biasa untuk saling berkolaborasi serta berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang aset yang dimiliki, sehingga bisa dijadikan kekuatan, dan perannya apa, serta manfaatnya, kesemuanya itu dinamakan pemetaan kekuatan. sebelumnya saya tidak tau tanpa saya bergabung dalam CGP, seandainya saya tidak dapat bergabung bersama mereka, maka saya selamanya tidak akan mengetahui bagaimana cara mengembangkan aset yang disebut dengan pemetaan kekuatan.

Pembelajaran yang diperoleh melalui Peta Kekuatan adalah saya jadi tahu kekuatan yang ada pada diri saya, pada murid, sekolah, dan pihak-pihak terkait guna perubahan dalam pendidikan, terutama di sekolah tempat saya bekerja, selain itu dengan adanya ditampilkan oleh Ibu Any (Fasilitator) pemetaan kekuatan teman-teman yang lain, dapat melihat pemetaan kekuatan punya teman tersebut dijadikan sebagai contoh yang bisa kita adobsi untuk sekolah kita jika kondisi sekolah memungkinkan, umpan balik yang diberikan oleh teman-teman CGP yang lain bisa membuat motivasi bagi saya untuk melakukan yang lebih baik, yang tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif; Yang perlu saya pelajari lebih lanjut adalah mulai dari diri saya sendiri untuk selalu belajar dan memahami kekuatan aset yang dimiliki agar menjadi perubahan ke arah yang lebih baik dalam bidang pendidikan khususnya di sekolah tempat saya bekerja, jika sudah ditemukan maka perlu dikembangkan, jiaka ada masalah maka dilakukan perbaikan dengan penerapan BAGJA, sehingga maslah dapat teratasi. Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan adalah : 1. mulai dari diri 2. selalu berkolaborasi baik dengan sesama CGP, rekan sejawat, kepala sekolah, orang tua siswa, komite, pengawas sekolah bahkan dengan Dinas Pendidikan 3. melakukan perubahan ke arah yang lebih baik melalui penerapan BAGJA

Adapun Pemetaan Kekuatan yang saya buat adalah sebagai berikut :


Demikian Kurnal Refleksi Minggu ke-6 ini saya buat sebagai bentuk memenuhi syarat dalam LMS

Akhirul qalam 



Sabtu, 18 September 2021

1.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 5

      Setelah saya membaca modul 1.3, saya kaget, karena saya diminta menggambar suasana kelas yang pembelajaran yang berpusat pada murid beserta visi yang diidamkan, sebab sejak kecil waktu masih di bangku Sekolah Dasar samapi sekarang, gambaran saya paling jelek dari gambaran teman-teman saya di kelas. apalagi sekarang dalam kelas Calon Guru Penggerak (CGP) Apa boleh buat karena tugas yang harus dipenuhi, maka saya buat saja dengan semampu saya, hasilnya bisa dilihat di bawah ini, tapi jangan diketawain yaa..., heheee....., saya sudah maximal membuat gambar ini 😌


     Setelah saya melihat dan memandang fhoto yang saya buat tersebut, saya jadinya senyum-senyum sendiri, semoga saja bagi yang buka blog saya ini tidak ikutan senyum-senyum sendiri seperti saya, nanti kalau ada yang melihat anda senyum-senyum sendiri, dikirain nanti sedang berhalusinasi, 😂😂


     Materi pembelajaran pada modul minggu ini adalah Visi Guru Penggerak, Misalkan menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid sepertinya sudah menjadi hal yang umum diinginkan semua pihak. Namun, dalam prakteknya, kalimat tersebut bukan kalimat yang mudah untuk diwujudkan. Perlu perubahan yang mendasar dan upaya yang konsisten. Inilah salah satu tujuan visi, yaitu untuk mencapai perubahan yang lebih baik dari kondisi saat ini.


     Oleh karena itu, sebagai pemimpin dalam pembelajaran hendaknya terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain seperti rekan sejawat untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama. Hal ini perlu dilakukan dengan niatan belajar yang tulus demi mewujudkan visi sekolah yang dicita-citakan.


     Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan yang disebut Inkuiri Apresiatif  (IA), yang dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. pendekatan inilah yang kita gunakan untuk mencapai visi yang kita impikan. IA fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap guru lain atau rekan sejawat dan menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi.


     Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. Nantinya, kelemahan, kekurangan, dan ketiadaan menjadi tidak relevan. Berpijak dari hal positif yang telah ada, sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap warga sekolah. 


     Sebagai salah satu model manajemen perubahan di sekolah dan mencoba menerapkannya melalui tahapan dalam IA yang di dalam bahasa Indonesia disebut dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi). Inilah langkah-langkah yang perlu diikuti dalam menerapkan perubahan sesuai dengan visi yang telah diimpikan berdasarkan tahapan BAGJA. 

Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan.

Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut.

Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas

tahap keempat, Jabarkan Rencana. pada tahapan ini diharapkan dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. 

Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. pada bagian ini memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.

demikian Jurnal Refleksi - Minggu 5 ini sya buat untuk memenuhi tagihan LMS pada pelatihan Guru Penggerak Angkatan 3 Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah.


Salam Bahagia....😃

Dari Ahmad Jiadi, S.Pd.I


Selasa, 14 September 2021

1.2.a.10 Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak

   Seorang Guru Penggerak harus mampu menjadi teladan bagi siswanya dan juga bagi rekan sejawat sehingga ia termotivasi untuk menguatkan kemampuannya dalam melakukan perannya sebagai Guru Penggerak. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong tumbuh kembangnya murid secara holistik sesuai dengan kodrat yang ada dalam dirinya, dan juga mampu secara aktif mengembangkan pendidik lainnya. 

   Untuk mengimplementasikan pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD), yaitu pembelajaran yang berpusat pada murid, serta diharapkan menjadi agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan “Merdeka Belajar” bahwa pendidikan harus berpusat pada murid, murid diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.

   Nilai yang harus dimiliki oleh seorang Guru Penggerak yaitu : mandiri, replektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada siswa. Sedangkan peran Guru Penggerak adalah yaitu sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach/mentor bagi guru lain, menggerakkan komunitas sekolah dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid.

   Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter yang diharapkan muncul pada segenap murid di Indonesia. Profil Pelajar Pancasila yang dimaksud yaitu : 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5 Bernalar kritis; 6) Kreatif. Keenam karakter tersebut tercermin melalui perilaku sehari-hari yang akhirnya menjadi kebiasaan murid tersebut.

   Peran pendidik terkait dengan Profil Pelajar Pancasila ini adalah mengenali dan menjalankan profil ini terlebih dahulu. Keteladanan seorang guru dalam menjalankan ini pastinya akan dilihat dan kemudian dipelajari dan ditiru oleh murid.

   Sehubungan dengan upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, maka beberapa aksi nyata yang saya lakukan, antaranya adalah :

   Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas belajar murid, (coaching, mentoring) yaitu membantu rekan guru yang mengalami kesukaran.
Menunjukkan praktek pengembang diri yang didasari kesadaran dan kemauan pribadi
   Memimpin upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid dan sesuai kodrat siswa. Dalam hal ini, mengubah pembelajaran yang hanya berupa pemberian materi dan tugas, menjadi bervariasi dengan berbagai games dalam penilaian pembelajaran seperti Kahoot, Quizizz maupun WhatsApp Auto. saya akan tampilkan Screenshot hasil jawaban siswa dari WhatsApp Auto :
   Demikian Aksi Nyata ini saya gambarkan sedikit untuk dapat dipahami dalam rangka memenuhi tugas LMS Calon Guru Penggerak (CGP) pada modul 1.2.a.10

Minggu, 12 September 2021

1.2.a.9. Koneksi Antar Materi - - Nilai-Nilai dan Peran Guru PenggerakForum

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.., Tertib Damai, Salam Bahagia 

Tagihan pada LMS kali ini pada modul 1.2 yaitu tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Nilai yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak yaitu : mandiri, replektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada siswa. Nilai tersebut penting bagi seorang guru penggerak agar ia mampu menjalankan perannya yaitu sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach/mentor bagi guru lain, menggerakkan komunitas sekolah dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid. Mengenai keterkaitan antara nilai dan peran guru penggerak dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara yaitu guru dapat menjalankan nilai dan peran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam proses 'menuntun' anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai 'pamong' dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. 

KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai nilai tersebut yaitu : 
1. Mandiri, memotivasi diri sendiri agar bisa maju sesuai dengan tuntutan zaman dan berkembang 
2. Replektif, yaitu dengan melakukan repleksi agar diketahui segala kekurangan untuk diperbaiki dikemudian hari sehingga menjadi perubahan kearah yang lebih baik. 
3. Kolaboratif, yaitu bekerja sama dengan para guru, kepala sekolah, komite sekolah dan pegawai administrasi lainnya guna peningkatan yang lebih baik. 
4. Inovatif, bisa dilakukan dengan melakukan trobosan-trobosan baru, berkreasi dalam menggunakan media pembelajaran agar pembelajaran bagi anak lebih bermakna dan menyenangkan. 
5. Berpihak pada siswa, artinya segala kegiatan yang dilakukan adalah untuk siswa, salah satunya yaitu usaha untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada siswa, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Adapun pihak- pihak yang dapat membantu untuk mencapai tujuan tersebut yaitu:

1. Kepala sekolah
Dengan berkolaborasi bersama kepala sekolah untuk menyusun visi serta program sekolah yang berpusat pada murid serta melakukan reflektif terhadap guru-guru setelah melaklukan proses pembelajaran.

2. Rekan Guru
Peran dari rekan guru untuk mewujudkan nilai dan peran guru penggerak adalah dengan berkolaborasi bersama rekan guru untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid. 

3. Orang Tua
Untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid maka dibutuhkan untuk berkolaborasi dengan orang tua. Dimana menjalin komunikasi yang baik sehingga mereka juga bisa membantu dalam mewujudkan merdeka belajar.

Sabtu, 11 September 2021

1.2.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 4

Profil Pelajar Pancasila merupakan suatu pegangan atau pedoman para pendidik dalam membangun karakter anak sesuai nilai-nilai pancasila, pembentukannya terbangun dari enam dimensi yaitu : 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia 2. Mandiri 3. Bergotong-royong 4. Berkebinekaan global 5. Bernalar kritis, dan 6. Kreatif Dalam rangka mewujudkan hal teersebut saya mendapat beberapa kendala di lapangan salah satunya adalah kurangnya minat siswa untuk belajar di sekolah, kurangnya kerja sama antar siswa dalam menggali informasi pada tugas kelompok, dan pembelajaran didominasi oleh siswa yang lebih cerdas. adapun hal baik yang saya dapatkan dalam proses tersebut antaran adalah dengan menjalin kolaborasi bersama siswa guna perbaikan kualitas belajar yang berpusat pada murid, saya dan siswa seolah-olah temannya sehingga mereka seakan-akan curhat kepada saya tentang masalah mereka dalam belajar, dengan kejadian tersebut saya bisa mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang diceritakan oleh siswa tadi, sehingga proses pembelajaran bisa berjalan sesuai harapan. Selain itu saya juga lebih dekat dengan orang tua siswa saat saya berkunjung ke tempat orang tua siswa sambil membicarakan masalah pendidikan yang ada di sekolah dengan tujuan agar terjalin komonikasi yang baik, orang tua turut prihatin sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam pengembangan sekolah. Dengan tindakan yang saya lakukan sedikit membuahkan hasil dari pada sebelumnya, semoga saja dengan berjalannya waktu harapan saya dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan. Yang dapat saya ambil sebagai pembelajaran pada proses di atas adalah terjadi atau terjalinnya hubungan baik, seperti keluarga sendiri, baik dengan siswa, dewan guru dan kepala sekolah maupun dengan orang tua siswa.